Menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik merupakan prioritas utama aparat kepolisian di wilayah Sumatera Selatan. Dalam rangka menyambut lonjakan arus lalu lintas menjelang hari raya, Polda Sumsel Kerahkan Ribuan Personel Gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kemacetan parah hingga tindak kriminalitas di sepanjang rute perjalanan. Di tahun 2026, koordinasi lintas sektoral diperkuat dengan pendirian ratusan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di titik-titik rawan guna memberikan respons cepat terhadap setiap kendala yang dihadapi oleh para pemudik di lapangan.
Personel yang diterjunkan tidak hanya difokuskan pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga pada tim urai macet yang dibekali dengan kendaraan roda dua agar lebih fleksibel dalam menjangkau titik sumbatan. Selain itu, satuan tugas (satgas) antibrandalan dan premanisme juga disiagakan untuk memastikan tidak ada praktik pemalakan atau gangguan keamanan lainnya yang meresahkan para pengguna jalan. Pengawasan intensif dilakukan selama 24 jam penuh, terutama pada jam-jam rawan di mana volume kendaraan mencapai puncaknya. Petugas juga dibekali dengan peralatan medis dasar dan alat komunikasi terintegrasi untuk memudahkan pelaporan situasi terkini secara real-time ke pusat kendali operasi di Mapolda.
Fokus utama dari operasi kemanusiaan ini adalah untuk Amankan Jalur Lintas Timur Sumatra (Jalintim) yang merupakan urat nadi transportasi darat penghubung antarprovinsi. Jalur ini dikenal memiliki karakteristik medan yang cukup menantang dengan banyaknya tikungan tajam dan area hutan yang minim penerangan di beberapa titik. Di tahun 2026, penggunaan teknologi drone pemantau dikerahkan untuk memetakan titik kepadatan dari udara, sehingga instruksi pengalihan arus dapat dilakukan secara lebih akurat dan efektif. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi para sopir angkutan logistik dan pemudik keluarga yang melintasi wilayah Bumi Sriwijaya menuju arah Lampung maupun Jambi.
