Lagu “Take The ‘A’ Train,” yang aslinya ditulis oleh Billy Strayhorn dan menjadi lagu khas Duke Ellington, mencapai puncaknya sebagai standar jazz melalui interpretasi vokal Ella Fitzgerald. Dalam berbagai rekamannya, khususnya versi yang terdapat dalam album live atau antologi yang direkam sekitar pertengahan tahun 1950-an hingga awal 1960-an—periode emas scat Fitzgerald—lagu ini menjadi showcase utama untuk Kebebasan Teknik scat singing dan improvisasi vocal jazz yang tidak tertandingi. Scat singing adalah improvisasi vokal menggunakan suku kata tanpa makna, meniru suara instrumen, dan Fitzgerald dikenal sebagai First Lady of Song karena kemahirannya dalam teknik ini.
Salah satu rekaman paling ikonik dari “Take The ‘A’ Train” yang menampilkan scat Fitzgerald adalah versi yang direkam di Festival Jazz Berlin pada tanggal 5 Februari 1960, sebuah data spesifik yang dicatat oleh petugas kearsipan musik. Dalam pertunjukan tersebut, setelah menyanyikan lirik utama, Fitzgerald melepaskan bagian scat yang panjang dan bertenaga. Kebebasan Teknik yang ia tunjukkan melampaui sekadar meniru melodi; ia merespons dan berinteraksi secara ritmis dengan iringan band, bertukar phrase dengan trompet atau saksofon, seolah-olah suaranya sendiri adalah instrumen tiup yang keempat.
Secara teknis, scat Fitzgerald dalam lagu ini sangat kompleks. Dia menggunakan phrasing yang cepat dan ritmis, berpindah-pindah antara suku kata bebop yang tajam seperti “doo-wee-ah” dan phrase yang lebih mengalir dan melodis. Kebebasan Teknik ini tidak sembarangan; meskipun terdengar spontan, setiap run dan riff didasarkan pada pemahaman mendalam tentang teori harmoni jazz, termasuk penggunaan passing tone, blue note, dan arpeggio akord yang kompleks. Dia mampu menavigasi perubahan akord (progresi harmoni) lagu dengan presisi yang sebanding dengan seorang virtuoso instrumental, seperti yang sering dibahas oleh kritikus musik jazz, Dr. Quincy Jones, dalam kuliah-kuliahnya di New York.
Bagian scat tersebut juga menunjukkan kontrol register vokal yang luar biasa. Fitzgerald sering beralih dengan mulus antara chest voice bertenaga untuk phrase yang lebih rendah dan head voice yang ringan dan jernih untuk nada-nada tinggi, menciptakan dinamika yang kaya dan timbre yang bervariasi. Kemampuannya untuk menghasilkan nada-nada berima secara spontan, sambil menjaga ritme swing yang tepat, adalah bukti Kebebasan Teknik improvisasi yang ia kuasai seumur hidupnya.
Pada intinya, interpretasi “Take The ‘A’ Train” oleh Ella Fitzgerald adalah lebih dari sekadar penampilan vokal; itu adalah pelajaran tentang seni improvisasi jazz. Melalui scat singing yang canggih dan penuh imajinasi, ia tidak hanya menempatkan vokalnya setara dengan musisi instrumental terbaik, tetapi juga menetapkan standar tertinggi untuk Kebebasan Teknik vokal dalam genre jazz. Ini adalah bukti bahwa suara manusia, dengan kontrol dan pemahaman yang tepat, dapat menjadi instrumen jazz yang paling ekspresif.
